Wednesday, June 5, 2013

MAMOGRAFI

Apa itu mamografi ?


Mamografi adalah pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar X, sebagaimana foto rontgen paru-paru biasa , tetapi telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat melihat gambaran jaringan payudara pada foto rontgen yang dihasilkan, dimana sinar X yang dihasilkan oleh X-ray tube dilewatkan objek kemudian ditangkap oleh film.
Yang membedakan mamografi dengan X-ray biasa adalah : pertama , X-Ray mamografi memakai energi yang sangat rendah sekitar 25 kvp sedangkan X-ray biasa diatas 40 kvp dan focal spot yang sangat kecil tidak lebih dari 0,3 mm.
Kedua, mamografi dilengkapi dengan meja atau table khusus tempat memposisikan dan mengkompresi payudara. Ketiga, mamografi menggunakan film khusus yaitu film single emulsion.
Dengan peralatan yang sedemikian itu, memungkinkan didapat kontras jaringan payudara yang ideal untuk evaluasi kelainan yang minimal.
Jadi pesawat X-Ray biasa tidak dapat dipakai untuk mammografi.
Mammografi merupakan alat yang terbaik untuk screening atau deteksi dini kanker payudara, karena sinar X pada mammografi mempunyai kemampuan menembus jaringan payudara yang mengalami kelainan berupa tumor dan menunjukkan kelainan dlam payudara tersebut secara memuaskan.
Selain itu mamografi juga dapat melihat adanya mikrokalsifikasi yang sangat halus , kurang dari 200 u/milimikron. Mikrokalsifikasi yang terlihat oleh mamografi menunjukkan adanya keganasan atau kanker, dan hal ini tidak dapat dilihat dengan alat yang lain termasuk USG.
Alat ini telah dibuat seaman mungkin untuk penderita dan pemeriksaannya tidak menyakitkan penderita. Di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat , mamografi sangat popular dan merupakan alat yang peka dan sensitive untuk mendeteksi kelainan payudara khususnya kanker payudara.
Kapan sebaiknya dilakukan mamografi ?
Di Amerika Serikat, perkumpulan ahli kanker, perkumpulan ahli radiology dan perkumpulan ahli kebidanan menganjurkan untuk melakukan mamografi :
Setiap tahun sekali untuk wanita dengan usia lebih dari 50 tahun.
Pemeriksaan dasar sebaiknya dilakukan pada usia 35-40 tahun, kecuali pada wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker maka pemeriksaan dilakukan pada usia 30 tahun.
Pada usia 40-50 tahun pemeriksaan dilakukan antara 1-3 tahun sekali tergantung riwayat kanker pada keluarga, ada tidaknya kelainan parenkim atau jaringan payudara pada pemeriksaan dasar.
Untuk Indonesia ,pemeriksaan mamografi dianjurkan minimal untuk mereka yang termasuk golongan resiko tinggi seperti : umur diatas 40 tahun, adanya penyakit fibrokistik payudara, riwayat kanker payudara dalam keluarga , dan kelompok wanita yang telah menjalani operasi payudara untuk melihat payudara sisi yang sebelahnya.
Selain untuk deteksi dini atau skrining seperti disebutkan diatas, maka mamografi juga disarankan dilakukan pada keadaan :
1. Adanya benjolan pada payudara baik dengan rasa nyeri atau tanpa rasa nyeri, adanya benjolan yang dirasakan oleh penderita sedangkan dokter pemeriksa belum dapat merabanya, karena ukurannya yang kecil dan letaknya dalam.
2. Adanya rasa tidak enak pada payudara seperti nyeri, sangat peka dan kelainan puting susu.
3. Pada penderita dengan riwayat resiko tinggi untuk terkena kanker payudara.
4. Pembesaran kelenjar ketiak yang meragukan.
5. Penyakit Paget puting susu, berupa adanya luka seperti eksim.
6. Adanya penyebaran metastasis tanpa diketahui asal tumor primer.
7. Pada penderita dengan cancer-phobia.
Namun sayangnya program deteksi dini kanker payudara dengan mamografi belumlah begitu rutin dilakukan di negara kita, karena terkendala oleh beberapa hal baik dari penderita maupun dari pemerintah sendiri.
Dari penderita misalnya, enggan melakukan mamografi karena ketakutan apabila dijumpai kanker payudara maka akan kehilangan payudaranya bahkan nyawanya, ketakutan terkena sinar radiasi, mempunyai anggapan hanya mereka yang beresiko tinggi saja yang perlu memeriksakan , dan juga karena belum mengetahui dan belum menyadari akan pentingnya skrining mamografi.
Dari pemerintah, antara lain belum menyediakan alat mamografi , termasuk di propinsi kita tercinta Kalimantan Barat. Mudah-mudahan suatu saat nanti ada alat mamografi di Bumi Khatulistiwa ini.
Dikatakan di Eropa Barat dan Amerika Serikat , dengan mamografi sebagai upaya deteksi dini kanker payudara, maka dapat menurunkan 25%-30% angka kematian akibat kanker payudara.
Sedangkan bila dijumpai kanker payudara pada skrining maka harapan hidupnya dapat meningkat 3,5 tahun dibandingkan rata-rata harapan hidup penderita kanker payudara
Jelaslah bahwa program deteksi dini dengan mamografi merupakan jawaban yang tepat saat ini untuk menurunkan angka kematian akibat kanker payudara , mengingat kanker ini merupakan kanker nomor dua terbanyak di negara kita setelah kanker leher rahim.
Untuk nona Yati, saudari termasuk kelompok resiko tinggi untuk terkena kanker payudara karena faktor keluarga, yaitu ibu kandung menderita kanker payudara. Sebaiknya anda melakukan pemeriksaan mamografi setelah usia diatas 30 tahun. Periksalah ke dokter bila suatu saat ada benjolan atau kelainan lain pada payudara anda seperti yang disebutkan diatas .Semoga pertanyaan anda sudah terjawab.




http://yusufheriady.blogspot.com/2009/03/mammografimembantu-diagnosis-kanker.html

0 komentar:

Post a Comment

Pages

Follow me on Twitter

Follow me on Twitter
@DIR__

add me on Facebook

add me on Facebook
Muhammad Chaidir Pagessa

ATRO MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Terpopuler

muhammadchaidiir.blogspot.com

Pages

Chaidir's Blog. Powered by Blogger.

Kamus

Followers

About Me

My Photo
Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Search Me

Loading...

Popular Posts